Ciri atau Gejala dan Penyebab Penyakit Cacar Air

Saturday, December 10th 2016. | Cacar

Penyakit cacar air, bahasa medisnya disebut varisela, biasanya diderita oleh anak-anak berusia di bawah 10 tahun. Penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa dan biasanya ciri atau gejala yang muncul lebih berat daripada anak-anak. Hampir semua orang dewasa yang pernah mengidap penyakit cacar air tidak akan tertular lagi.

Penyakit yang disebabkan oleh virus varicella zoster tersebut biasanya ditandai dengan kemunculan ruam pada kulit sebagai gejala utamanya. Ruam tersebut akan berubah menjadi bintil merah berisi cairan yang terasa gatal yang kemudian akan mengering, menjadi koreng, dan terkelupas dalam waktu 7 hingga 14 hari. Bagian-bagian tubuh yang biasa ditumbuhi bintil penyakit cacar air adalah wajah, belakang telinga, kulit kepala, dada, perut, lengan, serta kaki.

Risiko Komplikasi Penyakit Cacar Air

Tidak semua anak yang tertular penyakit cacar air dapat sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan medis. Ciri atau Gejala tidak biasa yang sebaiknya Anda waspadai meliputi infeksi yang terjadi pada bintil-bintil di kulit, atau jika anak mengalami muntah,  leher kaku, kejang, serta menjadi sulit berjalan, bicara, dan menjaga keseimbangan tubuhnya. Segera hubungi dokter jika kondisi cacar air anak Anda makin serius.

Sementara, kondisi pengidap penyakit cacar air dewasa cenderung lebih parah dan berisiko mengalami komplikasi. Obat penangkal virus (antivirus) mungkin bisa efektif untuk mengobati pengidap cacar air dewasa jika diberikan pada 24 jam pertama saat pertama kali muncul bintil-bintil air.

Penyakit Cacar air pada wanita hamil, bayi yang baru lahir, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah juga lebih rentan terhadap komplikasi serius. Mereka sebaiknya mencari bantuan medis secepatnya jika terpapar virus ini atau mengalami gejala-gejalanya.

Langkah Pencegahan Penyakit Cacar Air

Penyakit Cacar air dapat dicegah dengan proses vaksinasi. Ini merupakan langkah paling efektif untuk mencegah penyakit cacar air dan komplikasinya. Di Indonesia sendiri, penyakit cacar air tidak termasuk dalam daftar imunisasi wajib untuk anak, tapi tetap dianjurkan.

Penularan penyakit cacar air umumnya sangat mudah dan cepat terjadi. Langkah pencegahan penyakit cacar air terhadap penyebaran pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengisolasi penderita penyakit cacar air dari tempat-tempat umum, seperti sekolah atau kantor. Terutama 1-2 hari sebelum kemunculan ruam hingga 1 minggu ke depan setelah awal munculnya ruam (ketika bintil-bintil telah mengering dan menjadi koreng).

Penyebab Penyakit Cacar Air

Penyakit Cacar air yang disebabkan oleh virus varisela zoster ini dapat menular dengan sangat mudah dan cepat. Penularannya dapat melalui kontak langsung dengan pengidap atau lewat percikan cairan saat pengidap bersin atau batuk. Anda bahkan dianggap sudah terpajan virus penyakit cacar air jika telah mengalami kontak langsung atau pernah satu ruangan dengan pengidap selama 15 menit.

Saat-saat yang harus dihindari adalah 1-2 hari sebelum ruam muncul hingga bintil mengering dan menjadi koreng (sekitar satu minggu setelah munculnya ruam).

Terdapat beberapa faktor atau penyebab yang mungkin meningkatkan risiko Anda untuk tertular penyakit ini. Faktor-faktor atau penyebab risiko tersebut meliputi:

  • Belum pernah terkena cacar air.
  • Belum menerima vaksin cacar air, terutama ibu hamil.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena mengidap HIV, mengunakan obat-obatan steroid, atau menjalani kemoterapi.
  • Bekerja di tempat umum seperti di sekolah atau rumah sakit.
  • Serumah dengan anak-anak.
  • Bayi, terutama yang  baru lahir, yang memiliki ibu yang belum menerima vaksin cacar air.

Pengidap penyakit cacar air biasanya tidak perlu menjalani tes atau pemeriksaan medis untuk proses diagnosis. Anda kemungkinan besar mengidap cacar air jika Anda mengalami gejala utama, misalnya demam ringan yang diikuti dengan kemunculan ruam. Bintik merah akibat cacar air juga memiliki tekstur signifikan, sehingga mudah dikenali.
Ibu hamil atau menyusui, orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, serta bayi berusia di bawah satu bulan sebaiknya segera diperiksa oleh dokter apabila mengalami gejala-gejala cacar air. Diagnosis dan pengobatan sedini mungkin dibutuhkan untuk menghindari risiko komplikasi.

Dokter juga dapat melakukan tes darah sederhana untuk memastikan gejala Anda dan melihat apakah Anda memiliki kekebalan terhadap cacar air atau tidak. Keberadaan antibodi virus cacar air di dalam tubuh menunjukkan bahwa Anda sudah terlindungi dari penyakit tersebut. Tetapi jika tidak memilikinya, dokter akan memantau perkembangan kondisi.

Ciri atau Gejala Penyakit Cacar Air

Ciri penyakit cacar air atau gejala umumnya yang paling mudah dideteksi adalah ruam merah yang dapat menyebar ke seluruh tubuh. Terdapat sejumlah gejala lain yang mungkin dialami oleh pengidap sebelum kemunculan ruam. Gejala-gejala tersebut bisa berupa:

  • Demam.
  • Rasa mual dan tubuh terasa tidak segar.
  • Tidak nafsu makan.
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan.
  • Rasa nyeri atau sakit pada otot.

Gejala-gejala tersebut bisa dialami oleh penderita dewasa dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan penderita anak-anak.
Setelah itu, akan muncul ruam yang terasa gatal. Namun, tidak semua pengidap cacar air mengalami gejala ruam yang sama. Ada yang hanya mengalaminya pada beberapa bagian tubuh tertentu (seperti kulit kepala, wajah, di belakang telinga, dada, punggung, perut, atau kaki) dan ada yang di seluruh tubuh, bahkan sampai di dalam mulut dan telinga, serta sekitar bokong. Ruam ini biasanya akan melalui tiga tahap perubahan, yaitu:

Ruam menjadi bentol-bentol kecil yang gatal.
Bentol-bentol tersebut kemudian berubah menjadi bintil berisi cairan yang sangat gatal.
Setelah 1-2 hari, bintil akan mengering dan menjadi koreng yang akan mengelupas sendiri.

Tidak semua bintil akan melewati ketiga tahap secara bersamaan. Umumnya, ada bintil-bintil yang masih basah, sementara yang lain sudah mengering.

Harap diingat bahwa ada sebagian pengidap yang mengalami penyakit cacar air yang lebih parah. Segera hubungi dokter jika ada gejala tidak biasa seperti sakit dada, kesulitan bernapas, kulit di sekitar bintil menjadi merah dan terasa perih akibat terinfeksi, serta gejala-gejala dehidrasi berupa mulut yang kering dan jarang buang air kecil.