Ciri Penyakit Impetigo, Penyebab dan Gejalanya

Saturday, May 7th 2016. | Impetigo

Penyakit Impetigo adalah suatu penyakit kulit yang bisa menular yang disebabkan oleh bakteri. Penularan penyakit ini bisa terjadi secara langsung melalui sentuhan kulit dengan kulit atau melalui barang-barang perantara, seperti handuk, baju, atau peralatan makan yang telah terkontraminasi bakteri.

Ciri Penyakit Impetigo, Penyebab dan Gejalanya

Umumnya kondisi tersebut lebih banyak diderita oleh anak-anak daripada orang dewasa karena lingkungan mereka lebih menunjang untuk terjadinya interaksi fisik dengan teman-teman sebaya mereka, seperti di sekolah atau taman bermain.

Menurut ciri atau gejalanya, penyakit impetigo dibagi menjadi dua bagian, yakni jenis bulosa dan nonbulosa. Penyakit Impetigo bulosa ditandai dengan kulit yang melepuh dan berisi cairan. Sedangkan impetigo nonbulosa ditandai dengan munculnya bercak-bercak merah, seperti luka yang meninggalkan kerak berwarna kuning kecoklatan. Walaupun tidak melepuh, impetigo nonbulosa lebih gampang menular dibandingkan dengan impetigo bulosa.

Selain ciri atau gejala yang nampak pada kulit, ada juga gejala lain yang dapat menyertai kedua jenis penyakit impetigo tersebut, yakni demam dan pembengkakan kelenjar getah  bening.

Proses Berkembangnya Gejala Penyakit Impetigo

Ciri atau gejala penyakit impetigo tidak langsung muncul setelah penderita terinfeksi, tetapi gejala biasanya baru terlihat setelah 4-10 hari terpapar bakteri. Umumnya jenis penyakit impetigo yang lebih sering menyerang adalah penyakit impetigo nonbulosa. Apabila anda atau anak anda menderita penyakit impetigo, hindarilah menyentuh area kulit yang terinfeksi untuk mencegah penyebaran.

Infeksi penyakit impetigo bulosa biasanya muncul di bagian tengah tubuh antara pinggang dan leher atau lengan dan tungkai. Sedangkan infeksi penyakit impetigo nonbulosa biasanya terjadi di sekitar mulut dan hidung. Tetapi dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya melalui perantara jari, handuk, atau baju yang telah terpapar bakteri.

Penyebab Penyakit Impetigo

Penyebab penyakit impetigo merupakan bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes. Penularan bakteri ini dapat terjadi melaui kontak fisik langsung dengan penderita atau melalui perantara, seperti baju, handuk, serbet, dan sebagainya yang sebelumnya dipakai oleh penderita.

Bakteri akan lebih mudah menginfeksi seseorang apabila orang tersebut mempunyai luka sebelumya, misalnya luka akibat gigitan serangga, terjatuh, atau teriris benda tajam. Bisa juga karena luka yang ditimbulkan oleh infeksi kulit lain, seperti eksim, kudis, atau infeksi kutu.

Faktor risiko lain yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terpapar bakteri impetigo, di antaranya:

  • Melakukan ativitas yang penuh dengan kontak kulit, misalnya olahraga bela diri, bola basket, atau sepak bola.
  • Memiliki kekebalan tubuh yang lemah.
  • Lingkungan yang padat. Bakteri penyakit impetigo lebih mudah menular di lingkungan ramai yang mana intensitas interaksi orang-orangnya tinggi.
  • Anak-anak. Selain karena anak-anak cenderung lebih aktif dan rawan bersentuhan fisik dengan teman-teman bermainnya, sistem kekebalan tubuh anak-anak juga belum terbentuk secara sempurna untuk melawan bakteri dibandingkan dengan orang dewasa.
  • Suhu lembap dan hangat. Bakteri penyebab impetigo cenderung lebih mudah berkembang biak pada tempat yang memiliki kondisi seperti ini.
  • Membawa bakteri impetigo tanpa disadari. Bakteri Staphulococcus aureus juga dapat berkembang biak di bagian tubuh lainnya, salah satunya hidung.
  • Ketika pembawa bakteri ini memiliki luka di kulit sekitarnya, maka peluang terinfeksi bakteri tersebut menjadi besar.
  • Berpenyakit diabetes. Gejala luka yang dimiliki penderita diabetes akan memudahkan bakteri impetigo untuk masuk dan menginfeksi.

Gejala Penyakit Impetigo

Berikut ini adalah perkembangan gejala impetigo bulosa:

  • Kulit melepuh dan berisi cairan berukuran 1-2 sentimeter yang terasa sakit dan membuat kulit di sekitarnya gatal.
  • Kulit melepuh yang dalam waktu singkat dapat menyebar ini kemudian pecah dalam beberapa hari.
  • Pecahan kulit yang melepuh kemudian meninggalkan kerak berwarna kuning.
  • Setelah sembuh, kerak kuning tersebut hilang tanpa meninggalkan bekas sama sekali.

Berikut ini adalah perkembangan gejala impetigo nonbulosa:

  • Munculnya bercak merah menyerupai luka yang tidak terasa sakit, namun gatal.
  • Bercak bisa menyebar dalam waktu singkat ketika disentuh atau digaruk, kemudian berganti menjadi kerak berwarna kecokelatan.
  • Setelah kerak yang ukurannya sekitar 2 sentimeter ini kering, yang tersisa adalah bekas berwarna kemerahan.
  • Bekas berwarna kemerahan ini dapat sembuh tanpa bekas dalam jangka waktu beberapa hari atau minggu.

Diagnosis Penyakit Impetigo

Untuk menilai apakah seseorang terkena penyakit impetigo atau tidak, biasanya tidak membutuhkan tes di laboratorium karena dokter dapat mendiagnosis penyakit ini hanya dari melihat ciri-ciri penyakit kulit yang terinfeksi.

Tes labolatorium biasanya dilakukan apabila gejala penderita terus memburuk meskipun telah diberikan obat, untuk mengetahui apakah bakteri tersebut telah resisten terhadap antibiotik atau tidak, atau ketika dokter mencurigai pasien terkena kondisi lain, misalnya penyakit herpes. Herpes disebabkan oleh virus, tetapi ciri-ciri luka yang timbul pada penyakit Impetigo hampir mirip dengan herpes.