Ciri Penyakit Infeksi Saluran Kemih, Gejala dan Penyebabnya

Monday, April 18th 2016. | Infeksi Saluran Kemih

Sebelum membahas lebih jauh mengenai Ciri Penyakit Infeksi Saluran Kemih, Gejala dan Penyebabnya, tidak ada salahnya untuk kita mengetahui terlebih dahulu tentang sistem saluran kemih.

Ciri Penyakit Infeksi Saluran Kemih

Tubuh kita mempunyai sistem saluran kemih yang terdiri dari ginjal, ureter. kandung kemih, dan uretra. Melalui sistem saluran kemih inilah air kencing atau urin diproduksi dan dibuang.

Bermula dari ginjal, kotoran yang ada di dalam darah dipisahkan dan dibuang dalam bentuk urin. Kemudian urin tersebut dialirkan dari ginjal melalui ureter menuju tempat penampungan yang disebut kandung kemih. Setelah ditampung, urin kemudian dibuang dari tubuh melalui saluran pelepasan yang disebut uretra.

Infeksi saluran kemih (ISK) bisa terjadi apabila bakteri menyerang bagian-bagian tertentu dari sistem saluran kemih tersebut.

Berikut mengenai Gejala atau Ciri penyait Infeksi Saluran Kemih

Berdasarkan gejalanya, Infeksi saluran kemih (ISK) memiliki dua bagian, yaitu infeksi saluran kemih bawah dam infeksi saluran kemih atas.

Infeksi saluran kemih bawah merupakan infeksi yang terjadi pada uretra dan kandung kemih. Gejala dari kondisi ini meliputi rasa ingin selalu buang air kecil, nyeri atau perih saat buang air kecil, warna urin yang keruh, dan bau urin yang menyengat.

Dan infeksi saluran kemih atas adalah infeksi yang terjadi para ureter dan ginjal. Gejala dari kondisi ini meliputi nyeri pada bagian selangkangan, mual, dan demam.

Selanjutnya Penyebab Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Sembilan dari sepuluh kasus Infeksi Saluran Kemih disebabkan oleh bakteri Escherichia coli atau E coli yang umumnya hidup di dalam usus besar dan sekitar anus. Diperkirakan bakteri ini masuk ke dalam saluran uretra seseorang ketika kurang baik dalam melakukan pembersihan setelah buang air besar maupun kecil. Misalnya pada saat kertas toilet yang digunakan untuk membersihkan anus turut menyentuh organ kelamminnya, maka bakteri dapat masuk ke saluran kemih. Dalam kasus seperti ini perempuan lebih rentan terkena Infeksi Saluran Kemih karena jarak uretra dengan anus pada tubuh mereka lebih dekat daripada jarak yang ada pada tubuh pria.

Infeksi Saluran Kemih juga bisa disebabkan oleh iritasi setelah berhubungan seksual dan akibat terganggunya kinerja pengosongan urin oleh kondisi tertentu.

Tes Yang dilakukan Supaya Terdiagnosis terjadinya Infeksi Saluran Kemih

Selain memeriksakan riwayat kesehatan pasien dan menanyakan gejala-gejalanya yang dirasakan, dalam mendiagnosis infeksi saluran kemih, dokter juga dapat melakukan beberapa tes untuk melihat adanya bakteri atau gangguan di dalam organ-organ saluran kemih tersebut. Beberapa jenis tes tersebut di antaranya seperti tes urin dan darah, pemeriksaan dengan menggunakan CT scan, sistoskopi, serta USG.

Akibat apabila tidak mengobati Infeksi Saluran Kemih

Tanganilah secepatnya apabila mulai merasakan gejala infeksi saluran kemih. Jika infeksi saluran kemih dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan, terutama jika anda sering mengalaminya, bukan tidak mungkin infeksi saluran kemih dapat menimbulkan komplikasi yang tergolong serius, misalnya gangguan pada ginjal dan infeksi darah.

Baca juga: Ciri Penyakit Kanker Hati, Penyebab Dan Gejalanya

tags: , , , , , ,