Ciri penyakit yang ditandai dengan rambut rontok

Saturday, January 16th 2016. | Rambut Rontok

Rambut merupakan salah-satu mahkota anggota tubuh yang sangat kita selalu ingin menjaganya. Bukan hanya perempuan, laki-laki juga bisa menjadikan rambutnya sebagai sesuatu yang sangat berharga. Tidak sedikit orang yang mengeluarkan biaya mahal hanya sekedar melakukan perawatan untuk medapatkan hasil yang masksimal.

Ciri penyakit yang ditandai dengan rambut rontok

Tetapi, perawatan yang terlalu berlebihan juga bisa menyebabkan kerusakan pada rambut, kerontokan salah-satunya. Kerontokan sebenarnya bukanlah masalah yang terlalu mengkhawatirkan, namun kerontokan yang semakin parang hingga menimbulkan kebotakan bisa sangat mengganggu.

Diantara penyakit juga bisa menjadi ciri penyakit yang menyebabkan rontok atau kerontokan, adalah:

» Alopecia Areata
Alopecia areata adalah peradangan yang bersifat kronis dan berulang hingga ke folikel rambut. Hal ini ditandai dengan kemunculan tiba-tiba patch melingkar halus dan bintik-bintik pitak di kulit kepala, jenggot, bulu mata, atau bagian tubuh lainnya. Peradangan yang terjadi pada alopecia areata disebabkan oleh sel T, antibodi yang ditemukan pada struktur folikel rambut yang diperantarai mekanisme autoimun yang cenderung terjadi secara genetik.

» Androgenetic alopecia
Jenis ini adalah bentuk umum kehilangan rambut pada wanita dan pria yang disebabkan oleh faktor genetik atau warisan dari orangtua. Kebotakan adalah salah satu tanda paling jelas yang dialami oleh pria. Sedangkan pada wanita, rambut akan menipis di seluruh kepala dan jarang mengalami kebotakan total. Bagi Anda yang mengalami gejala ini akan rentan terhadap kerontokan jika rambut orangtua Anda memiliki pola rambut yang menipis. Dalam beberapa kasus rambut rontok menyebar ke seluruh kulit kepala. Beberapa kondisi autoimun lainnya yang umum diderita seperti penyakit tiroid, diabetes, vitiligo, dan down syndrome.

» Polycystic ovary syndrome (PCOS)
Kondisi ini adalah suaru keadaan di mana satu indung telur mengandung 12 folikel atau lebih. PCOS juga salah satu penyakit yang bisa menyebabkan kerontokan rambut, pertumbuhan rambut pada wajah, menstruasi yang tidak teratur, jerawat, dan kista pada ovarium.

» Anemia
Seseorang yang kekurangan zat besi atau anemia rentan terhadap kerontokan. Jumlah sel darah merah yang kurang dari normal atau anemia menyebabkan kelelahan yang ekstrim dan kulit pucat. Selain itu Anda pun akan mengalami sakit kepala, sulit berkonsentrasi, tangan dan kaki dingin serta kerontokan rambut. Untuk itu, Anda dengan anemia disarankan mengonsumsi makanan kaya akan zat besi supaya produksi sel darah merah bisa normal.

» Anagen effluvium
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh perawatan medis untuk kanker, dan yang paling sering adalah karena penggunaan kemoterapi. Kemoterapi adalah salah satu yang bisa menyebabkan kerontokan karena efek dari pengobatan kanker yang dijalaninya, dan terkadang kerontokan tersebut hingga menyebabkan kebotakan bagi penderita.

» Hipotiroidisme
Adalah suatu kondisi yang dikarakteristik oleh produksi hormon tiroid yang lebih rendah dari normalnya. Kebanyakan kelainan hipotiroidisme ini dialami oleh wanita yang memproduksi hormon tiroid terlalu sedikit, padahal hormon ini bertanggung jawab terhadap metabolisme tubuh, denyut jantung, dan suasana hati seseorang. Metabolisme tersebutlah yang yang mensuplai oksigen dan energi untuk pertumbuhan rambut, kuku dan kulit. Hal ini jugalah yang menyebabkan Anda mengalami kerontokan rambut karena rambut tidak mendapatkan nutrisi untuk tumbuh.

» Jaringan parut alopecia
Jaringan parut alopecia disebabkan oleh kerusakan permanen pada folikel rambut. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan jaringan parut alopecia antara lain:

  • Scleroderma, suatu kondisi yang mempengaruhi beberapa pendukung pada jaringan tubuh yang menyebabkan kulit kepala menjadi keras, bengkak dan gatal.
  • Lichen planus, gatal ruam yang dapat  mempengaruhi beberapa bagian tubuh
  • Discoit Lupus, bentuk ringan dari lupus yang mempengaruhi kulit, dan menyebabkan tanda bersisik serta rambut rontok
  • Folikulitis decalvans, bentuk yang jarang terjadi pada alopecia yang paling sering mempengaruhi pria dan menyebabkan kebotakan dan jaringan parut pada daerah yang luka
  • Frontal fibrosing alopecia, jenis alopecia yang mempengaruhi wanita paska menopause di mana folikel rambut menjadi rusak dan rambut rontok serta tidak dapat tumbuh kembali.